Langit sore

Sore ini langit berwarna jingga

Padahal tadi pagi hujan turun dengan begitu derasnya

Hari ini ku lihat bayangmu di kejauhan

Dan sejenak aku mulai berpikir

bagaikan hujan yang turun dengan begitu berisik demikianlah aku

Dan kau,

Kau bayangmu bagaikan langit sore yang terlihat tenang.

Advertisements
Featured post

gadis bingung dan lelaki pengembara

Sebuah nostalgia yang takkan terlupa

Tentang gadis bingung dan pengembara

Berbagi cerita di penghujung senja

Menunggu datangnya hujan

Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan

Namun hari-hari semakin berarti

Berteman butir waktu

Berpayung langit biru

Akhirnya yang tiba cinta

Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

Walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti..
kan bertemu kembali

Cinta bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

Walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti…
sampai nanti bertemu kembali

Il y longtemps que je t’aime jamais je ne t oublierai

(I’ve loved you so long, I will never forget you)

source : (Monita Tahalea’s-168)

KAU DAN PEMBERIANMU

tahukah kau hal apa yang pertama kali kulihat ketika fajar menyapaku?

“PEMBERIANMU”

bunga liar yang mulai layu
tetapi terlalu kuat untuk bertahan.

dia dan keindahannya
yang belakangan menyapaku dikala pagi tiba
dan melambaikan selamat tidur padaku manakala malam menjemput.

tanpa alasan yang jelas
senyumku selalu merekah tiap kali aku memandanginya.

tahukah kau mereka adalah hal pertama yang kudapati.

sebelumnya,
hayalanku di penuhi oleh ksatria berkuda yang membawakan setumpuk mawar merah kepada gadisnya.

“tetapi yang terjadi padaku adalah
seorang pria kelelahan dengan nafas tersenggal-senggal dan kehausan yang memberikan Bunga Liar yang mulai melayu”

Kau tahu, kau berhasil membuat hari itu sebagai hari yang tak akan pernah aku lupakan.
mungkin seumur hidupku.

KAU DAN BUNGA LIAR PEMBERIANMU
akan menjadi legenda yang akan kuturunkan pada generasiku.

KAU DAN PEMBERIANMU
telah berhasil menciptakan ingatan yang tak dapat di hapus oleh waktu sekalipun.

ingatan tentang,

“seorang gadis bodoh yang duduk menatap jalanan dengan tatapan kosong tanpa arah, yang menanti pria aneh yang sedang dalam perjalananya melintasi dunia dengan Bunga Liarnya”

Dan Mengenai Dirimu

Mengenalmu seperti
Mencoba berlayar dengan perahu

Mengarah ke lautan bebas, berpikir “semua akan baik-baik saja” tak pernah menyadari bahwa ombak dan gelombang akan membuatku tenggelam. 

Tanpa pernah tahu bagaimana menyusuri lautan sebelumnya. 

Aku berusaha sekuatku melepas dari dalamnya lautan tapi aku lupa aku tak pernah tahu berenang sebelumnya. 

Dan aku semakin tenggelam tanpa tahu bagaimana caranya kembali.

Dan mengenai dirimu, bagian terbaik dari mengenalmu yaitu aku mulai paham apa itu merindu. 
– around 11:45pm

mind

” dia menyusuri malamku

dia pula yang menerjang mimpiku

memaksaku, membangunkan alam bawah sadarku.

jaringan sarafku meresponinya
waktu berlalu…

dan aku pun semakin jatuh

jatuh padanya.

aneh, hanya pikiranku yang merasakannya.

hatiku?

mereka diam tak bergerak.
tanpa kata.

bagaimana mungkin,
sebuah rasa tunggal dapat bertumbuh?”

—–

[ Hi WordPress!!!
I’m alive I’m back!!
already missed me?
so sorry for my absence. Lol😝😝.
and for those who read this
“i really appreciate you gaess ♡♡♡”
I know you might think that I’m the alay one but, that’s OK.
I’m fine.
Sekian, wassalam🙏.]

di jalan pertigaan

berdiri menatap jalanan yang sibuk
tatapannya mengarah kemana-mana
entah apa yang sedang dilihatnya..

dari seberang jalan pertigaan itu,
aku menatapnya penuh minat.

kepalanya terangkat ke atas
hendak menentang mentari
yang menyerang kulitnya dengan nikmat.
piluh dimana-mana
mengairi wajahnya yang…

pikirku,
mungkin gedung-gedung ini menarik minatnya,
ataukah…
jalanan yang di penuhi semut besi yang tengah mengangkut makanan sebelum kemarau tiba

tetapi tunggu!!!
bukan gedung dan semut besi
ataupun jalanan.

Aku!!!
tatapannya menyerang tatapanku
membuat mataku malu-malu menatapnya.

di jalan pertigaan itu
orang itu menatapku
senyumnya menyapaku dan,
senyumku menyambutnya.

[sinetron mode on 😂 (xx)]

kebebasan

malam adalah kebebasan
kebebasan yang tidak dimiliki ketika mentari pagi menyapa
langit malam akan membuatmu mengerti
bahwa..
hidup adalah kebebasan
yang hanya dimiliki oleh dirimu

bertemanlah dengan malam
dia pendengar yang baik.
dia tidak seperti siang,
selalu menatap dengan kecurigaan
tanpa pernah memahami,

jangan berlari saat siang
langkahmu akan dihentikan
berlarilah saat malam
tak ada yang berani menghentikanmu..

berbagilah dengan langit malam
tanpa perlu kau ceritakan
dia sudah lebih dulu memahamimu
semua tergambar dengan jelas.

saat malam tiba
mimpi terasa lebih indah
hayalku dan hayalmu serasa menari melintasi samudera
tanpa pernah ingin kembali.

(Jangan takut dengan malam, xx)

bagi yang sedang merindu

rindu, teman terbaik kesunyian
rindu, bagian terbaik dari kesendirian.
rindu, membuat mataku sibuk.
sibuk mencari-cari bayangnya
diantara tumpukan kenangan yang tidak tertata di alam lepas kendaliku…

(selamat merindu, xx)

PUSARA

kesunyian dan kengerian
menari beriringan disini.
disini rinduku terbendung
menjadi aliran sungai yang tak tertahankan

apa yang bisa kulakukan
sudah terlambat.
dia yang kurindukan
pergi dan tak lagi kembali
hanya bayang tentangnya
yang tersisa dalam imajiku.

terkadang begitu sulit untuk kuraih
namun kupaksa semampuku
untuk menggenggamnya.
hanya demi yang tersisa
bayang dan rindu tentangnya.

dia, pria terhebat
yang pernah menimangku waktu itu
ada disini.
Pusara..

(Miss you so bad Pa,wish you were here. I had a lot of things that I would like to tell for you. What shall I do now? talk to the wind or to the dark skies above? They’re not understand me the way you did. Sampai ketemu lagi Pa di kehidupan selanjutnya, dimana I gotta a change to telling you how much I love you and adore you.
#kaka)

aljabar lebih baik

aku tak ingin berurusan dengan
hatimu ataupun hatinya
aku tak ingin mengetahui
apa yang kau pikirkan
dan apapun yang sedang dia hayalkan.
yang aku inginkan hanyalah
duniaku,
pikiranku,
hayalku,
dan hatiku,

bagiku akan jauh lebih mudah
untuk terjun bebas
dari gedung pencakar langit
dari pada harus
terseret dan tenggelam
kedalam pikiranmu dan hatinya

mungkin akan jauh lebih baik
untuk menghabiskan waktu
dengan kerumitan aljabar
dari pada nantinya terluka
dengan kenyataan dan kemungkinan.

membayangkannya saja sudah membuatku takut.

Blog at WordPress.com.

Up ↑